Faizal Assegaf Tantang Ketua Tim Reformasi Polri Pertemukan Megawati dan Jokowi
Details
Metroonlinenews.com, Jakarta – Kritikus politik Faizal Assegaf menantang Ketua Tim Reformasi Polri, Jimly Asshiddiqie, untuk mempertemukan Presiden Joko Widodo dengan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, dalam satu ruang dialog. Pertemuan ini penting guna meredam ketegangan politik yang berpotensi mempengaruhi persepsi publik dalam penanganan isu dugaan pemalsuan ijazah yang sudah berjalan selama 2 tahun.
Hal itu disampaikan Faizal di kantor Sinergi Konstruktif (Sinkon), Tebet Timur Dalam, Jakarta. Ia menegaskan mediasi antar-elite dapat memperkuat independensi proses hukum. Sedangkan dialog di level tertinggi diperlukan agar publik melihat bahwa tidak ada intervensi politik dalam proses peradilan.
Menurut Faizal, Jum’at (21/11/2025), pelaksanaan hukum harus dijaga dari bias. dan hiruk-pikuk opini publik dan isu tersebut seharusnya tidak dijadikan alat polarisasi atau ajang mencari popularitas di media sosial.
Faizal juga memastikan jalur penyelesaian perkara tetap berada di ranah pengadilan, namun ruang komunikasi politik tetap harus dibuka agar stabilitas publik terjaga, disamping itu negara membutuhkan kepastian hukum sehingga publik tidak boleh dibiarkan bingung oleh narasi yang tidak berdasar. Termasuk dukungan terhadap langkah-langkah Tim Reformasi Polri dalam mendorong profesionalitas kepolisian.
Pemimpin nasional, menurut Faizal, harus menunjukkan keteladanan dengan mengutamakan kepentingan bangsa di atas dinamika politik.
Di tempat yang sama, pemerhati politik Indro Tjahyono yang juga mantan Ketua Dewan Mahasiswa ITB di era 78 meminta polisi agar membebaskan menantunya yang ditahan di Bali tanpa ada alasan yang jelas.
Dikatakannya, ada 1000 aktivis yang ditahan termasuk menantu Indro Tjahyono tanpa alasan yang jelas. Soal inipun tertutup oleh isu ijazah palsu.