Khutbah Idul Adha Ustadz Nursamsul Qomar Sebut  Nabi Ibrahim The Best Role Model. Begini Penjelasannya..

Details

Metroonlinenews.com, Jakarta – Khutbah Idul Adha Ustadz Muhammad Nursamsul Qomar menyebutkan bahwa ujian terberat Nabi Ibrahim untuk menjalankan perintah Allah Subhanahuwa ta’ala berupa perintah untuk mengorbankan putra tercintanya Ismail.

Perintah Allah itu berhasil dijalaninnya karena Nabi Ibrahim menempatkan kecintaan kepada Allah di atas kecintaan kepada makhluk Allah lainnya.

Nabi Ibrahim merupakan The Best Role Model bagi ummat Islam. Karena berhasil lulus dari ujian yakni akan mengorbankan putranya Ismail karena kekuatan Tauhidnya kepada Allah Subhanahuwa ta’ala.

Ustadz Qomar dalam khutbah Idul Adha yang bertema “Pengorbanan dan Cinta Nabi Ibrahim” di jalan Gurame, Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (6/5/225), menyebutkan bahwa ada banyak ayat dalam Al Qur’an yang menulis bahwa manusia akan diuji sebelum ia masuk Surga. Para Nabi adalah golongan manusia yang mendapatkan ujian paling terberat dibandingkan pengikutnya.

Keberhasilan Nabi Ibrahim ini lantaran ia berhasil menanamkan pendidikan Tauhid kepada istrinya, Siti Hajar dan kepada putranya Ismail. Hajar diuji ketika Nabi Ibrahim diperintahkan Allah untuk meninggalkan istri dan bayinya, Ismail yang masih menyusui. Ismail ketika remaja pun diuji Allah untuk dikorbankan kepada Allah melalui perintah mimpi sebanyak 3 kali kepada Nabi Ibrahim.

Siti Hajar yakin jika Allah tidak akan meninggalkan hambanya sengsara meski tanpa Nabi Ibrahim. Ismail pun yakin ketika minta agar ayahnya melaksanakan perintah Allah untuk mengorbankan dirinya dan menjawab Insya Allah akan sebagai seorang hamba yang penyabar.

Belajar dari kisah nabi Ibrahim, Ustadz Qamar pun mengatakan kalau anda ingin memiliki istri dan anak yang soleh, maka tanamkan pendidikan Tauhid kepada keluarganya.

Ditemui usai mendengarkan khutbah Ustadz Qamar, salah seorang jamaah Majelis Ilmu Rawamangun (MIR), Abdullah Hammam merinding mendengarkan isi ceramah Ustadz yang hampir 30 menit.

Menurut Hammam yang merupakan Mahasiswa Unviersitas Negeri Jakarta jurusan Bahasa Arab ini, cinta Nabi Ibrahim kepada Allah sangat luar biasa. Nabi Allah itu rela meninggalkan istri dan Ismail. Nabi Ibrahim setelah meninggalkan keluarganya berdoa “Rabbi Habli Minasshalihin” yang artinya Ya Allah jadikanlah keturunanku yang Shaleh.

Terkait kinerja panitia, Hammam melihat panitia sangat antusias memberikan pelayanan terbaik pada para jamaah. Mereka sambut dengan salam dan senyum sapa, memberi alas buat sajadah dan memberikan kantong plastic untuk sandal atau sepatu. Sementara di tempat lain sering kali harus bawa koran untuk alas sajadahnya. Tidak hanya itu, panitia juga memberikan beragam snack dan air mineral kepada para jamaah usai mendengarkan khutbah Ustadz Qamar.

Pantauan redaksi, pelaksanaan shalat Idul Adha 1446 H akan kembali diadakan di sepanjang jalan Gurame hingga jalan Nilam, Rawamangun, Jakarta Timur. Terlihat yang hadir warga yang berada di sekitar Rawamangun dan jamaah Majelis Ilmu Rawamangun (MIR). Pelaksanaan Shalat Idul Adha 1446 H pada Jumat 6 Juni ini merupakan kerjasama antara MIR dengan DKM Masjid Al Mizan Rawamangun. (Zul)