Kwarda Jabar Kunjungi Ma’had Al-Zaytun

Details

Metroonlinenews.com, Indramayu – Selama ini tudingan macam-macam disematkan kepada Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Zaytun. Yang paling mencolok, pesantren itu disebut mengajarkan aliran sesat.

Meski demikian Ketua Harian Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Barat yang juga Kepala Pusdatin Kwarnas, Deni Nurdyana Hadimin didampingi Pembina Pramuka Al-Zaytun, Kak Maman, Waka Pusdiklatcab Mang Dikun, tim pelatih Darsono KC dan tim Pusdatin Kwarcab Indramayu akhirnya sempat mengunjungi ponpes Al-Zaytun, Sabtu (10/05/2025). Menurut Kang Deni, apa yang selama ini dituduhkan dan menjadi penilaian masyarakat luas, ternyata tidaklah benar.

“Di Pondok Pesantren Al-Zaytun ini ternyata hanya pusat Pendidikan dan kegiatan ekstra kurikuler diantaranya Kepramukaan bahkan santrinya pun aktif belajar bahasa Arab, Mandarin dan bahasa Inggris,” kata Kang Deni.

Menurutnya, selain tempat pendidikan, Al-Zaytun juga merupakan lokasi wirausaha. Ada tempat peternakan ayam, pengolahan daging ayam, daging sapi, perkebunan pisang cavendish, dan padi koshihikari serta ikan tuna termasuk pembuatan perahu untuk nelayan mencari ikan di laut. Apa yang dikerjakan di pesantren ini seluruhnya adalah upaya kemandirian pangan sekaligus mengajarkan hal-hal yang baik.

“Saya melihat apa yang dilakukan Syekh Panji Gumilang di Podok Pesantren Al-Zaytun adalah swadaya pangan,” ujarnya.

Masyarakat sekitar pun sangat terbantu dengan kehadiran ponpes tersebut. Masyarakat sekitar bekerja di Al-Zaytun sebagai petani dan ada juga bekerja di pembuatan kapal.

Pendidikan juga masih berjalan seperti biasa, tidak ada gangguan maupun halangan. Karena Al-Zaytun itu mendapatkan akreditasi A Unggul, semuanya berjalan sesuai on the track, bahkan Kang Deni pun menyempatkan diri ikut panen cabai yang ditanam para santri dihalaman pondok pesantren karena sesuai program Kwarda Jawa Barat yaitu Gerakan Menanam Bersama Insan Pramuka (GEMBIRA) dan sesuai pula dengan program Kwarcab Indramayu Gerakan Menanam Ning Latar (GETAR). (Tim)