DKM Masjid Fatahillah Balaikota Diminta Undang Penceramah Populis
Details
Jakarta, Metroonlinenews.com – Rangkaian tausiah Ramadan sepanjang hari kerja yang digelar usai shalat Zuhur di Masjid Fatahillah Pemprov DKI Jakarta merupakan kegiatan positif bagi Aparatur Negeri Sipil (ASN) dan jamaah yang kebetulan datang ke kantor Balaikota.
Waktu istirahat ASN yang praktis tanpa aktivitas di kantor dan jamaah yang ada di masjid pun akhirnya secara khusus mendengarkan ceramah.
Salah satu Jemaah non ASN yang hadir yaitu Ario Pringgodani. Ditemui di Posko Bersama Pemilu 2024 di ruang Tempoe Doeloe, lantai 2, gedung Ali Sadikin, Balaikota, mengaku banyak mendapat siraman rohani dari para ustadz.
Aktivitas mingguan Ario di Posko Pemilu Damai Kesbangpol DKI Jakarta yang mewakili Partai Umat ini, Di luar aktivitas rutin kegiatan Posko Pemilu, jika shalat Zuhur selalu hadir di masjid Fatahalillah dan usai shalat Zuhur dilanjutkan dengan mendengarkan tausiah Ramadhan.
Ario yang mantan Caleg dari Parai Umat dan ditengah kesibukan memantau kegiatan Pemilu baik pada masa pra, masa Pemilu dan paska Pemilu, setiap harinya selalu hadir mengikuti tausiah Ramadan di masjid Fatahillah. Jumat (22/3/2024).
Bagi Ario yang juga penulis motivasi mengakui tausiah Ramadan merupakan kegiatan positif karena diisi oleh para penceramah yang luar biasa termasuk menghadirkan dai kondang AA. Gym.
Tausiah Ramadan juga menurut Ario, setiap harinya dihadiri penuh oleh ASN dan jamaah umum. Kegiatan inipun menambah kehangatan spiritual jamaah dan bermakna positif di tengah berpuasa.
Hanya saja Ario berharap agar kedepannya DKM mengundang tokoh dan ulama yang populis agar memberikan warna tersendiri bagi kegiatan tausiah di masjid Fatahillah Balaikota.
Sebelumnya, pada tausiah Hikmah Ramadan di masjid Fatahillah Balaikota, penceramah Doktor. Anwar Sanusi menekankan pentingnya memahami hikmah Ramadan. Salah satu hikmahnya yaitu dengan berpuasa dibersihkannya tubuh dari berbagai penyakit yang akan timbul. Pembersihan itu dilakukan melalui zakat yang dibayarkan oleh umat sebelum shalat Idul Fitri.
Anwar melanjutkan, dalam harta kita, ada 8 hak kaum mustahik, atau kaum miskin. Oleh karenanya, harta itu wajib dikeluarkan melalui zakat agar terhindar dari penyakit stroke.
Mengutip Data yang Doktor Anwar dapatkan dari Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Profesor. Doktor. dokter. Mahar Mardjono di Jalan. Letjen M.T. Haryono Nomor. Kav.11, Cawang, Jakarta Timur, dinyatakan orang yang terkena stroke itu dikarenakan kurang sedekah.
“Untuk itu sungguh luar biasa hikmah puasa ini, yaitu bisa menyelamatkan orang dari serangan Stroke dengan jalan mengeluarkan Zakat.,” pungkas Ustadz Anwar.