Bongkar Makam, Tim Forensik Polda Jabar Otopsi Korban RSUP Sentot
Details
Metroonlinenews.com, Indramayu – Perkembangan kasus meninggalnya pasien persalinan ibu dan bayi di RSU Pantura M.A Sentot yang diduga akibat malpraktek, memasuki babak baru. Tim dokter forensik Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polda Jabar, Selasa (2/1/2024), melakukan pembongkaran makam di tempat pemakaman umum Desa Kertawinangun Kecamatan Kandanghaur Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, untuk mengotopsi 2 jenazah ibu dan bayi selama 4:jam yang merupakan korban dugaan Malpraktek pihak RSU Pantura M.A.Sentot.
Dikatakan Kapolres Indramayu, AKBP.M.Fahri Siregar melalui Kasat Reskrim Polres Indramayu, AKP. Hilal Adi Imawan, Ekshumasi dan Otopsi tersebut dilakukan untuk pemenuhan tahapan penyidikan tim penyidik Polres Indramayu terkait kasus dugaan Malpraktek tersebut, sekaligus sebagai upaya pembuktian lebih lanjut pada kematian ibu dan bayi saat proses persalinan di RSU Pantura M.A.Sentot. Kegiatan otopsi itupun dihadiri tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Jawa Barat.
“Sebelumnya kami telah memeriksa 6 orang saksi diantaranya suami dan keluarga almarhumah serta 2 orang bidan dari Puskesmas Kertawinangun, sedangkan dari pihak RSU Pantura M.A Sentot sudah dilakukan upaya pemanggilan namun pihak RSUP Sentot mengirimkan surat permohonan penundaan dan sudah diagendakan pemeriksaannya pada minggu depan,” terangnya.
Sementara itu, Toni. RM., SH., MH., kuasa hukum korban berharap dengan dilaksanakannya proses otopsi akan bisa terungkap dengan sebenar – benarnya penyebab kematian isteri dan anak kliennya ketika proses persalinan di RSU Pantura M.A. Sentot.
“Dalam hal ini pihak keluarga pun mendukung dan menyetujui dilakukannya otopsi pada jenazah ibu dan bayi agar peristiwa penyebab kematian ibu dan bayinya itu bisa terungkap dengan terang benderang, sedangkan suami korban saat ini belum bisa menghadiri langsung karena tubuhnya terasa lemas,” ungkap Toni. RM.
Senada dengan kuasa hukum, suami korban, Tasrun, di tempat terpisah, menambahkan, dengan dilakukannya otopsi pada jenazah ibu dan bayi diharapkan penyebab kematian korban bisa segera terungkap dan setidak-tidaknya bisa mendapatkan rasa keadilan.
(Gunawan)