Puting Beliung Terjang Ratusan Rumah Di Desa Bugis Indramayu
Details
Metroonlinenews.com, Indramayu – Bencana alam angin puting beliung di sejumlah wilayah di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, terutama di Desa Bugis Kecamatan Anjatan yang terjadi pada Minggu (16/3/2025) mengakibatkan ratusan rumah milik warga dan fasilitas publik lainnya mengalami kerusakan cukup berat.
Dikatakan Johan Wahyudin, Kuwu Desa Bugis saat di temui di kantor Kuwu Bugis, Senin (17/3/2025), dari pendataan sementara yang dilakukan pihaknya, tercatat sebanyak 184 bangunan rusak, terdiri dari 142 rumah rusak ringan, 31rumah rusak berat, sedangkan 5 unit sekolah, 1 GOR, 1 Gudang, 1 fasilitas publik berupa neon box, plang dan pagar puskesmas , 1 penggilingan padi, 1 apotek dan 1 unit musholah mengalami kerusakan cukup signifikan. Meski demikian musibah angin puting beliung ini tidak memakan korban jiwa.
“Kami bersama pihak – pihak terkait lainnya bergerak cepat turun ke lokasi bencana untuk bersama – sama membantu warga masyarakat yang terkena angin puting beliung. Kami juga sudah mengirimkan bantuan berupa mesin pemotong kayu karena banyak pepohonan yang roboh menimpa rumah warga dan menghalangi jalan,” ujarnya.
Sementara itu, Hari, salah seorang warga yang menjadi korban puting beliung menceritakan, sebelum terjadi puting beliung, terlebih dahulu turun hujan yang cukup deras, sekira pukul 16.00 WIB datang angin kencang dari arah timur membawa sampah yang berterbangan menghamtam rumahnya, Hari pun segera melakukan pengamanan diri dan keluarga di kamar mandi. Berselang kemudian ketika akan keluar tempat perlindungan, menyusul datang lagi angin kencang yang bisa jadi lebih kencang dari angin sebelumnya. Hari pun kembali bergegas masuk ruang kamar mandi untuk berlindung bersama keluarganya yang masih berlindung. Setelah dirasa aman dan angin kencangnya sudah dipastikan tidak datang lagi, segera melakukan evakuasi seluruh keluarga kerumah tetangga yang dirasa aman dari terjangan angin kencang.
“Setelah angin kencang berhenti , saya segera keluar kamar mandi untuk memastikan keadaan benar – benar aman, kemudian bersama isteri sambil membawa 3 orang anak keluar dari kamar mandi melewati reruntuhan rumah. Alhamdulillah, meskipun rumah sekaligus tempat usaha saya hancur, namun tetap bersyukur, karena semua anggota keluarga dalam keadaan selamat,” jelas Hari.
(Gunawan)