Majelis Ad Dzakir Gelar Tarhib Ramadan, Undang Syeikh Al Misri

Details

Metroonlinenews.com, Jakarta – Jelang 4 hari Ramadan, Majelis Ad Dzakir menggelar kajian rutin bulanan. Kajian kali ini istimewa karena menghadirkan ulama kondang dari Mesir, Syeikh Al Misri.

Menurut Ketua Majelis Taklim Majelis Ad Dzakir, Ramayuli, ketika memberikan sambutan dihadapkan jamaah warga di Kampung Lio, Rt 15/ 03 Kelurahan Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (19/3/2023), Majelis Taklim Ad Dzakir mengundang Syeikh Al Misri asal Mesir untuk memberi pembekalan iman umat Islam memasuki bulan puasa yang hanya tinggal beberapa hari lagi.

Selain Syeikh Al Misri, hadir memberikan ceramah para guru tetap Majelis Ad Dzakirz Ustadz Abdurrahman, Ustadz Andri Gunawan, Ustadz Komarudin, Ustadz Nanang dan para assatidz lainnya.

Memberikan tausiah pembuka, pengajar Hadist Majelis Ad Dzakir, Ustadz Abdurrahman, mengatakan, hadirnya majelis-majelis ilmu itu akan membawa keberkahan tidak hanya untuk penyelenggara kegiatan dan jamaahnya tetapi juga lebih luas dari itu yaitu masyarakat, bangsa dan negara.

Oleh karenanya dengan menghadiri majelis-mejelis ilmu yang merupakan Taman Surga Allah yang ada di dunia. Maka hadirilah taman-taman surga dimana akan didapatkan keberkahan hidup di dunia dan di akherat kelak.

Di tempat yang sama, Ustadz Andri menambahkan, dari majelis Ad Dzakir ini menghantarkan kita senantiasa dalam ibadah dan ketaatan kita kepada Allah SWT.

Dengan mohon melalui majelis yang mulia, mudah-mudahan Allah memberikan panjang umur, murah rezeki dan kemudahan untuk semua aktifitas.

Majelis Ad Dzakir se5tiap menggunakan mengadakan kajian tetap berupa kajian hadist oleh Ustadz Abdurrahman, kajian tahsin Al Quran oleh Ustadz Komarudin, dan dan kajian tafsir Quran oleh Ustadz Andri

Memasuki bulan suci Ramadhan ummat Islam biasanya menyebarkan informasi tentang keutamaan-keutamaan ibadah di bulan yang penuh keberkahan. Tujuannya memang baik yaitu untuk saling mengingatkan tentang perlunya meningkatkan amal kebaikan di bulan yang Allah balas pahala berlipat ganda ini.

Namun niat baik saja tentu tidak cukup. Dia harus didasari ilmu tentang apa yang akan disebarkannya melalui media sosial. Bebicara tentang keutamaan Ramadan selama hampir 1 jam di Majelis Ad Dzakir, Syeikh Ahmad Al Misri asal Mesir ini mengingatkan ummat Islam agar berhati-hati dalam menyebarkan pesan dakwah.

Syeh Misri juga meminta agar jangan ikut menyebarkan hadist palsu tentang keutamaan Ramadan tanpa menanyakan lebih dulu kepada ustadz yang paham penguasaan ilmu agamanya.

Menurut Syeikh Misri, Minggu Siang (19/3/2023), dalam beragama sesorang mesti mempunya guru untuk bertanya tentang masalah yang ingin ia sampaikan ke medsos. Kalaupun ternyata ustadz yang menyampaikan itu salah, maka yang menjadi tanggungjawab dihadapan Allah akan dosa-dosanya adalah si ustadz itu bukan muridnya.

Jangan sebar hadist atau perkara agama sebelum tanya dulu kepada para guru. Gantungan fatwa di ulama kalau ulama itu salah menjelaskan perkara ulama, maka Allah yang akan adili ustadz itu.

Syeikh yang sering dipanggil di sejumlah tv nasional ini pun kemudian menjelaskan beberapa hadist palsu yang menyebar popular di kalangan ummat Islam.

Pertama, hadist palsu Barang siapa bergembira dengan Ramadan maka haram jasadnya dicium api neraka.

Menurut Syeikh Misri, Sebagian ulama mengatakan hadist tersebut dhaif bahkan maudhu (palsu) alias tidak ada dasarnya sama sekali.

Kedua, hadist ”berbunyi tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah, diamnya adalah tasbih, do’anya dikabulkan, dan amalannya pun akan dilipatgandakan pahalanya.”

Hadist ini juga palsu karena puasa bulan untuk meningkatkan amal ibadah dan bukan untuk bermalas-malasan seperti tidur. Nabi Muhammad SAW saja banyak berperang Ketika bulan Ramadhan.

Ketiga, hadist yang berbunyi, “Ramadhan adalah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya maghfirah (ampunan) dan akhirnya pembebasan dari api neraka.”

Hadits ini didhaifkan oleh para pakar hadits. Yang benar, di seluruh waktu di bulan Ramadhan terdapat rahmah, seluruhnya terdapat ampunan Allah dan seluruhnya terdapat kesempatan bagi seorang mukmin untuk terbebas dari api neraka, tidak hanya sepertiganya.

Salah satu dalil yang menunjukkan hal ini adalah:
“Orang yang puasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari no.38, Muslim, no.760).

Di akhir Tarhib Ramadan, Pimpinan Majelis Ad Dzakir bersama Ustadz Andri Gunawan membagikan sejumlah santunana kepada anak yatim di lingkungan Rw 03 kelurahan Jatinegara. (Zul)