Haru, Bayi Meninggal Saat Persalinan di Puskesmas Patrol, Ini Penjelasan Kepala Puskesmas
Details
Metroonlinenews.com, Indramayu – Memiliki keturunan merupakan harapan dari setiap pasangan suami istri. Namun hal berbeda dirasakan ketika janin yang dikandung selama 9 bulan oleh ibunya kemudian lahir dalam keadaan tidak bernyawa. Hal ini dialami oleh pasangan Muksin (26) dan Sulastri (25) warga Desa Bugel Kecamatan Patrol Kabupaten Indramayu.
Muksin, saat ditemui di rumahnya, Kamis (28/10/2021) menceritakan, pada tanggal 22/10/2021, dia membawa istrinya ke Puskesmas Patrol karena sudah terasa akan melahirkan sekitar pukul 13.00 dan langsung ditangani pihak medis serta menyampaikan kalau istrinya sudah pembukaan 6. Pada sekitar pukul 22.00 istrinya melahirkan dengan keadaan bayi tidak menangis dan tidak bergerak dan terdapat dua lilitan tali pusar di lehernya.
Setelah proses persalinan, lanjut Muksin, Bidan yang bertugas menyampaikan kalau bayinya sudah tidak ada detak jantung pada posisi pembukaan 8 sekitar pukul 20.00 dan meninggal akibat keracunan ketuban dan terlilit tali pusar di lehernya.
“Pada saat bilang pembukaan 8 sekitar pukul 8 malam Bidan tidak menyampaikan apa- apa, tapi setelah melahirkan dan bayi meninggal, Bidan baru menjelaskan kepada keluarga,” ungkap Muksin.
Masih menurut Muksin, selama proses persalinan, pihak Puskesmas tidak menyarankan untuk dirujuk ke Rumah Sakit.
Sementara itu Kepala Puskesmas Patrol, Dawud Kerto Utomo, saat ditemui di kantornya, Sabtu (30/10/2021) menuturkan, penanganan di Puskesmas Patrol sudah maksimal walaupun belum sempurna.
Saat ditanya prosedur penangan persalinan yang diterapkan, Dawud mengatakan seharusnya dalam penanganan pasien seperti itu SOP nya harusnya dirujuk. Namun karena awalnya tidak bisa terdeteksi oleh Bidan karena peralatan USG yang ada di Puskesmas tidak bisa mendeteksi secara jelas. Dawud berdalih, harusnya setiap menjelang persalinan, Ibu hamil harus di USG oleh Dokter ahli agar bisa terdeteksi lebih awal dalam melakukan persalinan.
“Saya menginginkan setiap Ibu hamil yang menjelang persalinan harus di USG dulu ke Dokter ahli agar bisa terdeteksi sedari dini,” kata Dawud.
Menurut Dawud, pihaknya sudah mendatangi keluarga korban dan pihak keluarga korban menerima kejadian tersebut dengan menandatangani surat pernyataan yang dibuat oleh pihak Puskesmas Patrol.
(Gunawan).
Haru, Bayi Meninggal Saat Persalinan di Puskesmas Patrol, Ini Penjelasan Kepala Puskesmas