Polres Indramayu Akan Ungkap Semua Pelaku Pembacokan “Obrog”
Details
Metroonlinenews.com, Indramayu – Warga Desa Cilandak Kecamatan Anjatan Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, membangunkan warga yang sedang tidur untuk melaksanakan sahur dengan cara obrog atau bersama- sama keliling Kampung sambil membawa bedug dan berbagai alat lainnya yang bersuara nyaring jika ditabuh, merupakan tradisi tersendiri bahkan sudah menjadi budaya lokal ketika bulan Ramadan.
Hanya saja pada bulan Ramadan Tahun ini, momen Ngobrog itu suasananya berbeda dengan Tahun lalu, Ngobrog kali ini sangat mencekam akibat sekelompok Berandalan atau Preman Kampung yang berulah dengan membawa berbagai senjata tajam menyerang warga yang sedang Ngobrog membangunkan orang untuk bersahur tersebut.
Peristiwa bermula ketika warga sedang Ngobrog berkeliling kampung, sekitar pukul 01.45 WIB, Senin dini hari (27/3/2023), tiba- tiba datang segerombolan berandalan atau Preman Kampung dengan membawa berbagai macam senjata tajam, menyerang warga yang sedang melakukan obrog itu.
Warga yang sedang Ngobrog pun tidak tinggal diam, melakukan perlawanan, namun karena gerombolan berandalan membawa senjata tajam, maka pada peristiwa tersebut dua orang warga mengalami luka terkena sabetan senjata tajam.
Atas peristiwa itu, Kapolres Indramayu AKBP Fahri Siregar, yang mendapatkan informasi telah terjadi penyerangan yang dilakukan segerombolan berandalan, bergerak cepat dengan memerintahkan anak buahnya segera terjun kelokasi kejadian perkara melakukan penyelidikan serta mengamankan satu orang yang terlibat pada peristiwa itu dan Timsus sedang melakukan upaya penyelidikan lanjutan untuk segera mengungkap siapa saja para pelakunya.
Kapolres Indramayu AKBP Fahri Siregar juga menyampaikan, bahwa selama bulan Ramadhan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya guna menjaga Kamtibmas, terutama mencegah perang sarung dan tawuran.
“Upaya yang dilakukan Polres juga diantaranya meping atau mendatangi lokasi- lokasi yang berpotensi terjadi perang sarung atau tawuran, anggota melakukan patroli, termasuk anggota reserse melakukan giat kerik Reskrim. Giat kerik Reskrim artinya petugas yang ditempatkan untuk strong point dengan menggunakan pakaian sipil yaitu reserse,” ungkap Kapolres Indramayu.
Selain itu, Polres Indramayu telah berhasil mencegah beberapa peristiwa yang diduga akan terjadi tawuran antar pemuda di wilayah hukumnya bahkan mengamankan pelaku tawuran.
Terkait pembacokan warga yang sedang Ngobrog, dijelaskan Kapolres Indramayu AKBP Fahri Siregar, dua warga terluka terkena sabetan senjata tajam, dan saat ini telah dilakukan perawatan oleh pihak kesehatan sambil terus melakukan pendataan kemungkinan adanya korban-korban lainnya sambil mengumpulkan data para pelakunya.
“Kami menghimbau kepada masyarakat agar selama bulan Ramadan melaksanakan kegiatan yang bersifat positif dan tidak melakukan kegiatan- kegiatan negatif yang bisa menimbulkan kegaduhan di tengah- tengah masyarakat bahkan bisa berdampak merugikan masyarakat itu sendiri,” pungkasnya.
(Guntur)