- 0
- 323 Views
Pimpinan Majelis Taklim Ad Dzakir Jatinegara Lio Khitankan Putranya
Details

Dzakir Putra Ranu (7) dikhitan di rumahnya di Kampung Lio, RT 15/03 No. 18, Kelurahan Jatinegara Lio, Cakung, Jakarta Timur.
Metro Online News, Jakarta – Keluarga dan kolega H. Ramayuli bersuka ria Sabtu pagi (20/11/2021) karena putra ketiganya, Dzakir Putra Ranu (7) pukul 07.00 sudah dikhitan di rumahnya di Kampung Lio, RT 15/03 No. 18, Kelurahan Jatinegara Lio, Cakung, Jakarta Timur.
Keluarga dan kolega bisnis turut hadir menyemangati Ranu yang baru duduk kelas 2 di Sekolah Dasar Islam Jatinegara. Uniknya, prosesi khitan ini disiarkan langsung di channel Youtube Rama Yuli.
“Alhamdulillah, pagi ini Ranu disunat. Semoga kelak Ranu menjadi anak yang sholeh, rajin beribadah, berbakti kepada orang tua, umat bangsa dan Negara,” ujar H Ramayuli, SE, MA di kediamaanya di Kampung Lio, Jatinegara.
Pimpinan Majelis Taklim Ad Dzakir ini memanggil dokter Pelda (TNI) H. Supriyanto yang berdinas di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur untuk mengkhitan Ranu.
Bagi jamaah mushola Al Ikhlas Ranu memang bocah yang rajin sholat subuh berjamaah. Kecuali sakit, Ranu bisa dipastikan akan selalu hadir bersama Ayahnya.
“Bahkan waktu saya sakit Ranu tetap shalat subuh berjemaah jalan sendiri,” papar Ramayuli.
Ramayuli yang juga staff pengajar Kampus Muhammadiyah ini menambahkan, Ranu sejak kecil memang rajin beribadah. Dia pun bercita- cita untuk menjadi ulama dan dokter sekaligus.
Segenap keluarga dan para pengajar Masjid Taklim Ad Dzakir turut mengucapkan selamat dan doa melalui grup whatapps Majelis Ilmu Ad Dzakir
“Alhamdulillah dah sunat ya…..mohon maaf tadi ga hadir lg ada persiapan kuliah….insyaAllah besok….sukses berkah untuk Danu…menjdi anak yang sholeh dan berbakti kpd orang tua…sukses dlm hidupnya. Amiin,” ujar Ustadz Andri Gunawan, Lc, M.Phil dalam Group WhatsAppnya.
Adapun Ustadz Rojali dan Ustadz Abdurrahman mendoakan langsung ketika dihubungi oleh Ramayuli.
“Kami mendoakan agar Ranu menjadi anak yang sholeh, berbakti kepada orang tuanya, agamanya dan Negaranya, dan terkabul cita- cita menjadi ulama dan dokter. Aamiin,” ujar Ustadz Abdurrahman.
Syukuran khitanan Ranu rencananya akan digelar setelah pengajian rutin Al Quran yang biasa diadakan pada Minggu usai Maghrib.
“In Sha Allah setelah sholat Isya kami akan mengundang jamaah keluarga dekat dan jamaah Mushola Al Ikhlas untuk syukuran khitanan Ranu,” pungkas Ramayuli.
(Zul).