Pupuk NPK Bersubsidi Langka, Petani Indramayu Menjerit

Details

Metroonlinenews.com, Indramayu –  Memasuki masa pemupukan musim tanam rendeng (penghujan), sejumlah petani di Kecamatan Haurgeulis mengeluhkan ketersediaan pupuk NPK bersubsidi yang sulit didapatkan. Kelangkaan pupuk NPK ini dirasakan petani sejak sejak dua pekan terakhir.

Banjir (57), seorang petani di Desa Sumbermulya, Kecamatan Haurgeulis Kabupaten Indramayu menuturkan ia bersama petani lain di kampungnya sangat sulit mendapatkan pupuk jenis NPK Ponska. Ia mengaku sudah mendatangi sejumlah kios  penyalur pupuk namun tak ada yang didapatnya.

“Beberapa kios penyalur pupuk sudah saya datangi, tetapi pupuk NPK tidak ada, bilangnya kosong. Jadi saya hanya menggunakan Urea dan TS untuk pemupukannya, padahal untuk pemupukan harusnya ada campuran NPK Ponskanya supaya hasilnya bisa bagus,” ungkap Banjir.

Menurutnya, pemupukan tanaman padi idealnya menggunakan pupuk Urea, NPk dan TS. Kalau salah satunya tidak ada, lanjutnya, saya takut hasilnya nanti tidak maksimal, jelas kerugian bagi kami selaku petani.

Senada dengan Banjir, Koordinator PP (Penyuluh Pertanian) Kecamatan Haurgeulis, Momo Rusmana mengatakan, salah satu unsur hara tidak terpenuhi, maka hasil tanam padi tidak akan maksimal. Saat diminta tanggapannya mengenai kelangkaan NPK Ponska diwilayah Haurgeulis, Momo ia mengatakan bahwa itu bukan kewenangannya.

“Silakan tanya langsung ke Distributor Pupuknya,” katanya saat dihubungi via Whattshap Sabtu (22/02/2020).

Sementara itu salah satu kios penyalur pupuk bersubsidi mengatakan penyaluran pupuk untuk wilayah Indramayu sudah habis terserap. Ini berdasarkan surat edaran yang dikirimkan pihak perusahan penyedia pupuk bersubsidi ke kios penyalur.

“Kami tidak bisa menyediakan pupuk NPK Ponska, karena stock di distributornya habis,” ujar salah seorang pemilik kios yang tidak mau disebutkan namanya itu.

(Gunawan)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.