Setelah Produser dan Sutradara, Kini Para Pemeran Ungkap Pesan Moral Film Original “Violet”

Details

Metroonlinenews.com, Indramayu- Lahir dari ide Cerita Kang WB dan penulis Skenario Ruslan Ghofur kemudian digarap apik oleh sutradara kawakan Toto Hoedi, film Vertikal Original Indonesia dalam kemasan kearifan lokal yang bertajuk “Violet” tersebut, akan ditayangkan di K-FLIX dengan lokasi syuting di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Film besutan Avatara Lintas Media bareng rumah produksi Cakrawangsa Cinema Production itu, mengangkat kisah Violet bernama asli Lailah Umami yakni sosok wanita cantik dan alim yang begitu gigih berusaha menjadi penyanyi tarling sehingga terperdaya oleh seseorang yang mengaku produser rekaman dan terenggut kehormatannya bahkan terjebak dalam kehidupan dunia malam.

Meski demikian, apa yang telah dialaminya, tidak membuatnya jera dan pantang mundur. Bagi Lailah Umami, tarling bukanlah sekadar hiburan, tarling adalah warisan budaya Indramayu dan Cirebon sehingga sangat pantas diberi kesempatan untuk terus hidup serta berkembang dari generasi ke-generasi.

Para pemeran film Vertikal Original Indonesia yang dikemas dalam nuansa kearifan lokal itupun begitu menjiwai perannya. Para pemeran film, Senin (31/8/2026), menceritakan karakter sosok yang diperankannya dan menyampaikan pesan moral dari sosok yang diperankannya tersebut.

Aktor Adrian Aliman, Pemeran Broto. Sosok yang diperankannya itu mempunyai karakter manipulatif, licik dan haus kekuasaan. Broto menganggap perempuan hanya sebagai barang sehingga tak rela kehilangan Lailah Umami alias Violet dan berusaha menghancurkan masa depannya dengan berpura-pura sebagai penolong. Bagi Adrian, pesan moral dari karakter yang diperankannya ini penolong pun belum tentu mempunyai tujuan baik terhadap orang yang ditolongnya.

“Sosok Broto ini jahatnya bukan main dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan Violet,” ujarnya.

Aktor Sukarya CFD, Pemeran Surya. Sosok yang diperankannya ini adalah pemilik grup Tarling dengan gaya kepemimpinan yang tegas, berwibawa dan sangat menghargai kualitas seni. Dalam film Violet ini, sosok Surya berani memberikan kesempatan kedua bagi Lailah Umami dan membantunya meraih karier. Menurut Sukarya CFD, pesan moral dari sosok Surya yang diperankannya ini antara lain setiap orang pasti mempunyai keterpurukan di masa lalu, tapi seseorang itu patut diberi kesempatan untuk kembali bangkit meninggalkan keterpurukannya.

“Pak Surya orangnya baik, pemimpin grup Tarling yang menilai seseorang dari kemampuannya bukan dari masa lalunya,” Kata Sukarya CFD.

Aktor Rudi Afandi, Pemeran Rahmat alias Bagas. Dalam film Violet ini, karakter yang diperankannya begitu religius. Sosok guru agama yang sangat tenang dan sebetulnya telah bersahabat dengan Violet sejak kecil, hanya saja selalu menggunakan nama samaran Bagas ketika mendekati Lailah Umami atau Violet dan rela berkorban demi menyelamatkan pujaan hatinya dari dunia hiburan malam. Dikatakan Rudi, pesan moral dari sosok Rahmat yang diperankannya yaitu tidak pernah menyesal memberikan pertolongan kepada seseorang yang berusaha bangkit dari keterpurukan.

“Terlebih yang ditolongnya itu kekasihnya Rahmat,” ujarnya.

Artis Shela Hasan, Pemeran Lailah Umami atau Violet. Dalam film Vertikal Original Indonesia yang dikemas dalam nuansa kearifan lokal, sosok Lailah Umami adalah gadis desa di Indramayu yang bercita-cita menjadi penyanyi Tarling. Kepribadiannya masih lugu, santun dan mudah percaya sehingga menjadi korban tipu daya seseorang bahkan terjebak pada kehidupan dunia malam. Meski demikian, Lailah Umami terus berusaha bangkit dari keterpurukan nasibnya, bertobat dan melangkahkan kaki untuk menjalani kehidupan yang lebih baik, termasuk berani mencoba mandiri demi menjauh dari masa lalunya yang kelam. Shella Hasan mengatakan, pesan moral dari memerankan sosok Lailah Umami atau Violet adalah yang memalukan bukan seorang perempuan yang bertobat. Yang memalukan adalah orang yang menghancurkan hidup seorang perempuan lalu menertawakannya.

“Lailah Umami ini sosok yang berbakat sebagai penyanyi Tarling, orangnya mandiri dan religius,” tukas Shela Hasan.

Heri Tarma, Pemeran Pak Dadan. Pada film Violet ini, sosok pak Dadan adalah pimpinan grup tarling keliling yang mengamen dengan gerobak. Orangnya ramah, bijaksana dan peduli pada anak buah. Pak Dadanlah orang yang pertama memberikan kesempatan kepada Lailah Umami untuk bangkit dan mengejar impiannya. Menurut Heri, pesan moral dari peran pak Dadan ketika menilai seseorang jangan hanya dilihat dari masa lalunya, melainkan di nilai pula kemampuan diri seseorang itu untuk bangkit mengejar impiannya.

Jihan Nabila, Pemeran mamih Nita. Pada film microdrama Violet ini mamih Nita pemilik Night Club adalah sosok wanita yang cerdas, dingin, penuh perhitungan dan mengutamakan keuntungan. Keberadaan Lailah Umami alias Violet merupakan aset berharga bagi perusahaannya sehingga mesti dipertahankan dan tidak boleh hilang. Sedangkan pesan moralnya yakni
sebaik apapun seseorang ketika berbisnis maka yang di-incarnya hanyalah keuntungan.

“Pada peran ini, menggambarkan sosok pemilik Night Club yang hanya mengakui seseorang dari seberapa besar bisa menguntungkan perusahaannya,” ujar Jihan Nabila.

Sementara itu film Vertikal Original Indonesia dalam kemasan kearifan lokal yang bertajuk “Violet” dan akan ditayangkan di K-FLIX tentunya sangat layak ditonton oleh semua kalangan.

Selain ceritanya menarik, tentang seorang gadis desa yang akhirnya kembali menemukan nama, harga diri, dan cintanya. Juga dengan menonton film “Violet” sama halnya menjaga kelestarian seni budaya Tarling dari hempasan budaya asing. (Tim)