Yayasan Sajida dan Kafe Cokelat Negeri Gelar Kopdar Vendor dengan Digital Marketer 

Details

 

Metroonlinenews.com, Jakarta – Demi mendorong kolaborasi bisnis berkelanjutan di era digital. Yayasan Sahabat Masjid Berdaya (SAJIDA) bersama Kafe Cokelat Negeri memprakarsai pertemuan antara Empat vendor dengan 30 pelaku Digital Marketer.

Kegiatan pertemuan diadakan di Kafe Cokelat Negeri Jl. Otista III, Kelurahan Cipinang Cempedak, Kecamatan Jatinegara, Jakarta, Sabtu (7/1/2026).

Kopdar inipun untuk menjawab dua kebutuhan utama dalam ekosistem bisnis digital. Di satu sisi, banyak vendor memiliki produk berkualitas namun belum optimal memanfaatkan pemasaran digital. Di sisi lain, Digital Marketer memiliki keahlian, tetapi kerap kesulitan menemukan produk jangka panjang yang layak dioptimasi.

Dalam sambutannya, Founder Kafe Cokelat Negeri, Andi Andimas Chairunnagara Darwis mengatakan kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus ruang berbagi insight antara Vendor dan Digital Marketer.

Kopdar juga diselenggarakan sebagai ruang kolaborasi, agar Vendor dan Digital Marketer saling mengenal, membuka peluang kerja sama, serta menyusun strategi pemasaran digital yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Dikatakan Andi Andimas yang kerap disapa Dimas didampingi manager Kafe Cokelat Negeri Andi Alnanda Aflachariman Darwis, dalam kegiatan tersebut, puluhan Digital Marketer dipertemukan dengan sejumlah vendor terpilih. Para Digital Marketer akan membantu mengoptimasi produk melalui website dan kanal digital lainnya dengan fokus pada peningkatan traffic dan perolehan prospek, sementara proses penjualan akhir tetap dilakukan oleh vendor dengan skema bagi hasil.

Sedangkan Kopdar yang dikemas dalam suasana santai inipun disuguhi pula beragam produk Kafe Cokelat Negeri seperti aneka es Cokelat, Kopi Sultan, dan aneka cemilan khas Kafe diujung jalan Otista III.

Selain itu melalui kegiatan yang diprakarsai Yayasan SAJIDA, Kafe Cokelat Negeri dan Titik Terang Kreatif diharapkan dapat memperkuat ekosistem kolaborasi antara Vendor dan Digital Marketer, khususnya bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.

Di tempat yang sama, CEO Titik Terang Kreatif, Putra Chandra Buana yang akrab disapa Putra dalam paparannya menegaskan kolaborasi dirancang sebagai solusi saling menguntungkan.

Dalam kata lain, Vendor dan Digital Marketer itu saling membutuhkan. Vendor butuh market dan exposure digital, sementara digital marketer membutuhkan produk yang sehat dan berkelanjutan. Untuk itu, Titik Terang Kreatif hadir untuk menjembatani kebutuhan tersebut.

Putra juga menekankan pentingnya memilih produk jangka panjang, bukan produk musiman atau tren sesaat. Menurutnya, optimasi digital yang tepat dapat memberikan dampak bisnis hingga bertahun-tahun ke depan.

Selain strategi kolaborasi, kegiatan ini juga menyoroti pentingnya pengelolaan data sebagai aset utama bisnis digital. Data yang dimaksud adalah data nyata dari konsumen yang pernah berinteraksi dan merasakan manfaat produk atau layanan.

Putra juga mengatakan jika mempunyai data sendiri maka tidak lagi sepenuhnya bergantung pada algoritma platform. Tidak bergantung karena mempunyai kolam dan kemandirian bisnis.

Sementara itu kegiatan yang diprakarsai oleh SAJIDA dan Titik Terang Kreatif rencananya akan dilaksanakan rutin sebagai wadah pertemuan pemilik produk atau business owner/vendor dan praktisi digital marketing.

Pertemuan tersebut untuk membangun ekosistem yang kolaboratif antara vendor dan digital marketer. Para pihak itu adalah ujung tombak selling sehingga kemitraan perlu terjalin dengan arah yang benar dan saling menguntungkan. (Zul)