Atap Kelas Rapuh, Kadisdikbud Caridin dan Pengacara Toni Tinjau SMPN 2 Sindang.

Details

Metroonlinenews.com, Indramayu – Peristiwa runtuhnya di sejumlah bagian atap ruang kelas SMPN 2 Sindang yang mungkin akibat materialnya sudah rapuh, akhirnya ditinjau Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Caridin, dan Pengacara Toni RM selaku orang tua siswa, Jumat (28/11/2025).

Pada peninjauan tersebut terlihat salah satu bagian atap ruang kelas IX-A berlantai dua sudah runtuh sehingga besi cor sebagai penopangnnya terlihat secara jelas dan sudah berkarat. Menurut Pengacara Toni RM yang anaknya bersekolah di SMPN 2 Sindang, kondisi ruang kelas itu sangat memperihatinkan, selain di sejumlah bagian atapnya sudah rapuh, juga rawan ambruk jika digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

“Kondisi atap ruang kelas ini sudah rapuh, kalau tidak segera direhab dikhawatirkan akan ambruk. Ruang kelas juga jangan digunakan untuk kegiatan belajar mengajar, sangat berbahaya bagi keselamatan siswa,” ujar Toni.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kabupaten Indramayu, Caridin, mengatakan, pihaknya merasa prihatin terkait peristiwa runtuhnya atap ruang kelas sekolah. Dia berjanji akan segera mengalokasikan anggaran untuk melakukan rehabilitasi sehingga ruangan itu bisa digunakan kembali oleh siswa dan guru untuk kegiatan belajar mengajar.

” Saya merasa prihatin terkait runtuhnya atap ruang kelas, meski tidak ada korban jiwa namun ruang kelas yang atapnya runtuh itu harus segera direhab agar tidak membahayakan siswa dan guru, dan yang terpenting jika sudah direhab bisa digunakan kembali untuk kegiatan belajar mengajar,” ujarnya.

Dikesempatan itupun Caridin mengatakan, pihaknya bakal mengevaluasi serta mengklarifikasi dengan pihak terkait apa penyebab runtuhnya atap ruang SMPN 2 Sindang. Sedangkan sejumlah pihak menilai secara kasat mata kondisi bangunan ruang kelas itu terbilang masih kokoh hanya saja gedung ruang kelas itu dibangunnya sudah lama. (Tim)