Ketua Poros Pendidikan, Basri Harapkan Pendidikan Harus Sejalan dengan Kemajuan Bangsa

Details

Metroonlinenews.com, Jakarta – Ketua Umum Poros Pendidikan Indonesia, M. Basri AK, MM, MH, menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh hanya fokus pada teori dan kurikulum semata, tapi harus punya korelasi nyata dengan kemajuan bangsa.

“Poros Pendidikan ini kami dirikan agar dunia pendidikan bisa punya arah yang jelas terhadap pembangunan nasional. Bukan sekadar soal belajar-mengajar, tapi bagaimana pendidikan bisa mendorong pertumbuhan bangsa,” kata Basri dalam sebuah talkshow pendidikan di Jakarta, Jumat (7/11/2025).

Basri menjelaskan, Poros Pendidikan Indonesia baru berdiri sekitar enam bulan lalu. Organisasi ini dibentuk oleh puluhan akademisi lintas bidang yang peduli terhadap masa depan pendidikan Indonesia.

“Kami punya sekitar 90 pengurus, dan 80 di antaranya bergelar doktor dari berbagai disiplin ilmu. Tujuannya agar ide-ide yang muncul benar-benar berbasis akademik dan bisa diterapkan,” ujar Basri ketika memberikan ceramah di

Basri, yang juga doktor Manajemen Pendidikan dari UIA Jakarta, menyoroti lambatnya kemajuan pendidikan Indonesia dibanding negara lain yang dulu belajar ke sini.

“Dulu Malaysia belajar ke Indonesia, bahkan meminta guru dan dosen dari kita. Tapi sekarang mereka sudah jauh lebih maju. Begitu juga Jepang dan Korea Selatan yang bangkit dari kehancuran, kini jadi negara industri besar,” jelasnya.

Menurut Basri, pendidikan adalah garda terdepan peradaban bangsa. Karena itu, Poros Pendidikan ingin memastikan ada strategi dan sinergi yang jelas antara dunia pendidikan dan sektor lain, termasuk ekonomi, politik, dan hukum.

“Kalau tidak ada strategi dan arah, pendidikan hanya jadi rutinitas tanpa dampak. Kita ingin pendidikan yang relevan dan berkontribusi langsung terhadap kemajuan bangsa,” tegasnya.

Poros Pendidikan Indonesia, lanjut Basri, akan menjadi wadah kolaborasi lintas disiplin untuk merumuskan kebijakan dan solusi konkret bagi sistem pendidikan nasional.

“Harapannya, Poros Pendidikan bisa jadi penggerak perubahan, menjembatani pendidikan dan pembangunan Indonesia ke arah yang lebih maju,” tutup Basri.

Sementara itu, Ketua Yayasan Amal Kasih Negeri Rina Darmawan mengatakan Pelatihan “Proaktif dan Visioner Leader” untuk Kepala Sekolah SMK dan SKB/PKBM ini diikuti 500 peserta ini mengharapkab agar output daribpelatihan ini akan muncul kepemimpinan visioner yang mampu dalam mengidentifikasi kebutuhan belajar masyarakat yang beragam, seperti program kesetaraan dan pelatihan keterampilan, serta mencari peluang untuk memberikan layanan pendidikan yang fleksibel dan berkualitas.

“Kami berharap pelatihan ini menjadi momentum penting bagi para kepala sekolah untuk memperkuat perannya sebagai pemimpin pembelajaran yang profesional, inovatif, dan inspiratif,” ujar Rina yang juga pengurus pusat Poros Pendidikan Indonesia.