Mubes XI Pemuda Pancasila, Yapto Serukan Dukung Ketahanan Pangan

Details

Metroonlinenews.com, Jakarta – Ketua Umum Pemuda Pancasila KPH Yapto S. Soerjosoemarno menyerukan semangat persatuan, evaluasi kinerja, serta penguatan program ekonomi kerakyatan dalam pembukaan Musyawarah Besar (Mubes) ke-11 Pemuda Pancasila yang dihadiri jajaran pengurus dari seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya, di acara Mubes XI Pemuda Pancasila di Hotel Sultan, Selasa (28/10/2025). Yapto mengajak seluruh kader untuk menyatukan semangat perjuangan bangsa dan menjaga nilai-nilai Pancasila sebagai dasar ideologi negara.

Juga menegaskan, Mubes ke-11 menjadi momentum penting bagi organisasi untuk mengevaluasi kinerja lima tahun terakhir, menyusun program kerja lima tahun ke depan, dan memilih pengurus baru.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara Pemuda Pancasila dan pemerintah dalam menjalankan program-program pembangunan nasional.

Dalam pidatonya yang tanpa teks, Ketua Umum menyoroti pula pentingnya ketahanan pangan dan pembentukan koperasi sebagai upaya kemandirian ekonomi anggota dan masyarakat.

Ia mengingatkan bahwa gagasan ini pernah diajukan dalam Mubes sebelumnya di Kalimantan Timur, yang kini telah menjadi program pemerintah.

Sebagai contoh, ia menyebut keberhasilan pilot project di Provinsi Banten, berupa pengelolaan 400 hektare lahan pertanian dan pengembangan peternakan ayam petelur sebanyak 150.000 ekor yang akan diresmikan pada November mendatang.

Yapto juga instruksikan seluruh MPW datang ke Banten untuk melihat hasil dari program peternakan ayam tersebut, termasuk jika dimungkinkan masing-masing daerah menirukan tata cara berternaknya.

Ia menambahkan bahwa model pengelolaan pertanian di Banten ini dilakukan oleh Sekjen Arif yang secara transparan melibatkan lurah, RT, dan RW, agar pembagian hasil dan sensus penduduk lebih tertib.

Mubes ke-11 Pemuda Pancasila dihadiri oleh unsur Majelis Pimpinan Nasional (MPN), Majelis Pimpinan Wilayah (MPW), serta Majelis Pimpinan Cabang (MPC) dari seluruh Indonesia. Kegiatan ini diisi dengan agenda evaluasi, penyusunan program kerja, dan pemilihan kepengurusan baru untuk periode berikutnya.