Komisi III DPRD Indramayu Apresiasi Kinerja TPID Tekan Inflasi

Details

Metroonlinenews.com, Indramayu- Pimpinan dan Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, memberikan Apresiasi atas kinerja Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang dengan kesungguhannya berhasil menekan harga sejumlah kebutuhan pokok terutama cabai hingga perkilogram turun antara Rp 10 ribu sampai dengan Rp 27 ribu rupiah.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Indramayu, Suhendri, Rabu (12/2/2025), mengatakan, seringnya TPID melakukan monitoring stabilitas harga pangan di sejumlah pasar daerah setidaknya berpengaruh terhadap laju inflasi di daerah. Kinerja TPID bersama para petugas pendata dan pencatat harga Sembako pasar pun karena setiap saat saling berkoordinasi terkait pergerakan harga bahan pokok maka hasilnya bisa menekan inflasi harga.

“Selaku Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Indramayu, memberikan Apresiasi atas kinerja TPID yang berhasil menurunkan harga sejumlah bahan pokok terutama menurunkan harga cabai hingga puluhan ribu rupiah, semoga turunnya harga ini bisa dipertahankan mulai awal bulan Ramadan, hari raya Idul Fitri hingga hari raya Idul Adha,” ujar Suhendri.

Sementara itu Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah bersama stakeholder terkait, terus berupaya menjaga stabilitas harga dan menekan laju inflasi.

Salah satu upaya yang dilakukan diantaranya adalah melakukan pemantauan secara berkala kondisi terkini inflasi dan Indeks Perkembangan Harga (IPH) yang dilaksanakan melalui rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah maupun monitoring langsung stabailitas harga Sembako di pasar daerah Jatibarang.

Inspektur Pembantu III Inpsektorat Kabupaten Indramayu, Sri Hendrayani, selaku Koordinator Tim Monitoring TPID pada pasar daerah Jatibarang, mengatakan, sinergi dan kolaborasi disertai dengan komitmen dari masing-masing stakeholder baik itu dari Kementerian/lembaga maupun pemerintah daerah baik di tingkat provinsi maupun daerah sangat penting dalam pengendalian inflasi.

“Sinergi dan Kolaborasi tersebut berkorelasi dengan terlaksananya berbagai program yang dibuat sehingga inflasi di daerah dapat terkendali dan kestabilan harga pangan pun dapat terjaga,” ujarnya.

Sedangkan Kepala Pasar Daerah Jatibarang, Samsuri, mengatakan, langkah konkret pengendalian inflasi dan stabilisasi harga diantaranya melakukan pemantauan harga dan stok untuk memastikan kebutuhan tersedia, menjaga pasokan bahan pokok dan barang penting, serta melaksanakan monitoring ke-distributor agar tidak menahan barang.

Sementara itu petugas pendata dan pencatat harga Sembako pasar daerah Jatibarang, Esah Mulyaningsih, mengatakan, pada Rabu (12/2/2025), harga komoditi cabai perkilogramnya ada yang mengalami penurunan harga cukup signifikan, seperti harga cabai merah besar semula Rp 40 ribu turun menjadi Rp 25 ribu rupiah, harga cabai rawit hijau semula Rp 70 ribu turun menjadi Rp 43 ribu, harga cabai hijau dari Rp 25 ribu turun menjadi Rp 15 ribu rupiah, sedangkan harga bawang merah semula Rp 30 ribu turun menjadi Rp 20 ribu perkilogram. (Tim)