Pihak Sekolah Bantah Kematian Siswa Kelas 3 Akibat Bullying 

Details

Metroonlinenews.com, Indramayu -PLT. Kepala SDN I Pengauban Kecamatan Lelea Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Pranawinata, membantah kematian MU (9 Tahun) siswa kelas 3 Akibat Bullying. Siswa itu sebelumnya sempat mendapat perawatan medis di Rumah Sakit namun oleh pihak medis dinyatakan meninggal dunia.

Dikatakan Pranawinata,  saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (10/2/2025), setelah menerima kabar MU meninggal dunia dan ramai diperbincangkan warga bahwa penyebab kematian siswa adalah bullying. Pihak Kepala sekolah pun langsung menghimpun informasi dari para guru terutama wali kelas 3.

“Siswa yang kini sudah meninggal dunia itu memang jarang masuk sekolah tanpa keterangan. Seperti pada hari Rabu, menurut keterangan guru, siswa tersebut tidak masuk sekolah. Namun saat guru agama yang waktu itu memang jam pelajarannya akan mengunjungi rumah korban, guru agama itu melihat korban sedang berada di pom mini sekitar sekolah, hanya saja siswa itupun seketika lari karena keberadaannya diketahui guru agama. Kemudian guru agama juga mendatangi rumah siswa untuk menemui kedua orang tuanya, siswa pun akhirnya masuk sekolah meski diantar orang tuanya,” jelas Pranawinata.

Menurutnya, pada hari Kamis ke-esok harinya, orang tua siswa itu memberitahukan pihak sekolah bahwa anaknya sedang sakit dan pada hari Jum’at malam, diperoleh kabar, siswa  meninggal dunia.

“Dari keterangan yang dihimpun berdasarkan penjelasan  guru dan wali kelas, tidak ada kasus bullying terhadap siswa di sekolah, namun mesti diketahui penyebabnya jika ada siswa  yang meninggal dunia,” ujarnya.

Hal senada  dikatakan Ernis, Wali Kelas 3. Menurutnya selama ini almarhum terlihat biasa – biasa saja selama di kelas. Bahkan aktif bergaul dengan teman – temannya dan tidak terlihat murung atau menyendiri.

“Beberapa waktu sebelum meninggal, almarhum jarang masuk sekolah dan terakhir masuk pada hari Rabu. adapun pada hari kamis diberitahu oleh orang tuanya bahwa almarhum ternyata menderita sakit.  Tidak ada aduan dari siswa lain di kelas mengenai adanya bullying atau perundungan,” ucap Ernis.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) pembinaan SD, Untung Aryanto yang saat itu berada di SDN 2 Pengauban menyampaikan, adanya gosip yang berkembang tentang bullying di sekolah terhadap almarhum yang terjadi pada hari Selasa dan hari Rabu, itu adalah  tidak benar, sedangkan untuk waktu sebelumnya, tidak diketahui karena informasi yang dikumpulkan hanya pada hari Selasa dan Rabu.

“Pada hari Selasa orangtua almarhum memberitahukan pihak sekolah tentang anaknya sakit dan pada hari Rabu, almarhum dipergoki oleh guru agama berada di pom bensin mini dekat sekolah, kemudian dengan diantar oleh orangtuanya masuk kelas mengikuti mata pelajaran yang ke 2 sampai selesai,” terangnya.

(Gunawan)