Lucky Hakim Resmikan Jembatan Swadaya Masyarakat

Details

Metroonlinenews.com, Indramayu – Bupati Indramayu terpilih, Lucky Hakim, meresmikan jembatan di Blok Jati Desa Sumbermulya Kecamatan Haurgeulis Kabupaten Indramayu Jawa Barat, Rabu (11/12/2024).

Jembatan yang diberi nama Kreteg Djati Tjilik PKN ini, dibangun secara swadaya oleh masyarakat dan pada awal pembangunan ditinjau Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Anas Urbaningrum dan dilakukan pula penyerahan bantuan dana kepada panitia pembangunan jembatan.

Jembatan swadaya masyarakat ini, selain untuk akses jalan warga dan anak sekolah juga berfungsi sebagai dam parit penahan air untuk pertanian masyarakat setempat disaat debit air sungai mulai berkurang.

Dikatakan Lucky Hakim, peresmian jembatan tersebut merupakan pengalaman yang sangat luar biasa dan pertama kali dalam hidupnya, apalagi dilakukan sebelum dirinya dilantik menjadi Bupati Indramayu dan baru menjadi Bupati terpilih.

“Saya sangat mengapresiasi kekompakan masyarakat dalam memperhatikan pembangunan dilingkungannya, bahkan mampu menjalin sinergitas dengan para donatur dan PKN yang merupakan salah satu  partai politik pendukung Paslon Lucky – Sae. Hal inipun bisa menjadi contoh yang baik dimana gotong royong masih bisa diterapkan dengan menjalin sinergitas antara masyarakat dan partai politik sehingga bisa membangun jembatan kendati dengan cara swadaya,” ujarnya.

Hendra Ilvan Helmy, Ketua Pimpinan Cabang PKN  Indramayu menjelaskan, salah satu faktor yang mendorong PKN ikut andil dalam pembangunan jembatan, disamping merupakan akses vital bagi masyarakat setempat, juga banyak pengurus PKN ditingkat Kecamatan Haurgeulis dan tingkat desa yang menginisiasi pembangunan jembatan tersebut.

“Selain sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, PKN juga bersimpati pada gerakan perubahan di Indramayu sehingga termotivasi, sekaligus sebagai ladang amal atas suksesi kemenangan pasangan Lucky – Sae,” jelas Hendra Ivan Helmy.

Sementara itu, Darma, tokoh masyarakat setempat yang juga salah seorang donatur pembangunan jembatan Kreteg Djati Tjilik PKN, menyampaikan, muncul ide membangun jembatan sekaligus dam parit berawal ketika hatinya merasa tergerak melihat kebutuhan petani terkait air pertanian, termasuk merasa miris dengan minimnya akses masyarakat untuk beraktifitas serta para pelajar yang setiap hari harus berangkat sekolah melalui jembatan tersebut.

“Masyarakat disekitar jembatan mayoritas petani kreatif, selain bisa bertani padi hingga tiga kali tanam juga pandai berkebun, hanya saja  para petani kerap kesulitan air akibat aliran air terbuang lantaran belum ada penampung air atau Dum parit. Untuk itu dengan adanya jembatan sekaligus dam parit diharapkan bisa menampung air disaat debit air sungai berkurang, dan air tidak terbuang percuma disaat debit air sedang tinggi,” pungkasnya.

(Gunawan)