Rumah Warga desa Sukajati, Haurgeulis, Roboh Tersambar Petir
Details
Metroonlinenews.com, Indramayu – Ketika hujan deras dan angin kencang, sebagian rumah tua milik Sopiyah (84 tahun) warga RT 35 RW 09 Desa Sukajati Kecamatan Haurgeulis Kabupaten Indramayu Jawa Barat, Minggu (24/11/2024) sekira pukul 14.30 WIB roboh tersambar petir.
Peristiwa mengenaskan itu sontak mengagetkan penghuni rumah, namun beruntung, Sopiyah bersama seorang menantu dan 3 orang cucu yang ketika petir menyambar rumahnya berhasil selamat kendati saat itu berada di dalam rumah. Peristiwa itupun tidak menimbulkan korban jiwa.
Dikatakan Enah, menantu dari Sopiyah saat ditemui, Senin (25/11/2024), saat itu hujan sudah reda dan dirinya bersama 3 orang anak termasuk mertua yang sudah lanjut usia berada di dalam rumah tepatnya berdiam diruang tamu, namun tiba – tiba terlihat bola api menghantam tembok hingga terdengar suara seperti dentuman meriam. Setelah itu tembok rumah sebelah barat roboh dan berusaha menyelamatkan diri bergegas keluar rumah.
“Ketika berusaha menyelamatkan diri, awalnya saya mau keluar lewat depan rumah, namun reruntuhan tembok dan genting terus berjatuhan sehingga sambil membawa 3 orang anak dan mertua akhirnya keluar rumah lewat pintu belakang. Sebagian rumah hancur dan untuk menghindari hal-hal yang tidak dinginkan terpaksa mengungsi di rumah tetangga yang kondisinya lebih aman,” ungkap Enah.
Sementara itu, Diki, Kasie Kebencanaan Dinas Sosial Kabupaten Indramayu setelah memberikan bantuan logistik kepada keluarga Sopiyah, menyampaikan, kedatangannya beserta rombongan sebagai bentuk respontif dari Dinas Sosial Kabupaten Indramayu dalam menyikapi laporan pihak Pemerintah Desa Sukajati terkait peristiwa rumah runtuh akibat sambaran petir.
“Dinas Sosial hanya memberikan bantuan logistik, sedangkan untuk bantuan dalam bentuk lainnya, sudah dikoordinasikan dengan beberapa instansi lain seperti BPBD, Tagana dan BAZNAS. Bantuan lainnya itu berupa upaya membangun kembali rumah keluarga Sopiyah,” ucap Diki.
Saat ini, rumah Sopiyah dibongkar secara gotong – royong oleh warga setempat, sedangkan keluarganya untuk sementara menumpang di rumah tetangga sambil menunggu bantuan perbaikan rumah dari Pemerintah Kabupaten Indramayu.
(Gunawan)