Imbas Kuwu Aniaya Siswa, Warga Anjatan Utara Grudug Kantor Desa

Details

Metroonlinenews.com, Indramayu – Terjadinya tindak pidana penganiyaan siswa di sekolah yang di duga dilakukan oleh oknum Kuwu Anjatan Utara Kecamatan Anjatan Kabupaten Indramayu Jawa Barat, ternyata memicu reaksi warga dan kalangan orang tua siswa. Massa yang merasa geram akhirnya, Jum’at (8/3/2024), tergerak hatinya mendatangi Kantor Pemerintahan Desa Anjatan Utara untuk melakukan klarifikasi terkait dugaan tindak pidana penganiayaan.

Dikatakan Dicky, salah seorang tokoh pemuda Desa Anjatan Utara, aksi tersebut dilakukan secara spontan dan bertujuan untuk meminta penjelasan terhadap Kuwu Anjatan Utara mengenai dugaan persoalan tersebut, namun disayangkan, Kuwu Anjatan tidak berada di Kantor Desa dan hanya ditemui stafnya yang pada saat itu keadaan kantor desa tampak sepi, hanya ada dua orang padahal di saat jam kerja.

“Kami ingin penjelasan langsung dari Kuwu terkait dugaan penganiayaan dan sangat disayangkan apabila hal penganiayaan itu benar apa adanya terlebih dilakukan oleh seorang Kuwu juga seorang ibu yang sampai tega melakukan kekerasan terhadap anak-anak,” ungkap Dicky.

Dicky berharap, aparat kepolisian bertindak serius dalam menyikapi kasus penganiayaan seorang siswa ini, sehingga ada kepastian hukum.

“Semoga korban memperoleh keadilan hukum sesuai undang – undang yang berlaku di negara Republik Indonesia. Disamping itu agar kegaduhan yang terjadi ditengah masyarakat khususnya warga Desa Anjatan Utara bisa reda dan kondusifitas wilayah bisa tetap terjaga jika ada kepastian hukum,” pungkasnya.

Hingga saat ini, belum ada penjelasan dari Kuwu Anjatan Utara terkait kasus dugaan penganiayaan siswa Sekolah Dasar karena sulit untuk ditemui bahkan tidak bisa dihubungi melalui sambungan telepon.

Sebelumnya sempat viral diberitakan adanya dugaan penganiyayaan seorang anak kelas V SD Negeri 1 Anjatan Utara di lingkungan sekolah pada saat jam pelajaran oleh Kuwu Anjatan Utara hanya dikarenakan tidak sengaja wajah Kuwu terkena bola pada saat anak-anak sedang bermain sepak bola pada jam pelajaran olahraga.

(Gunawan)