- 0
- 68 Views
Konsep Zero Waste Campus (JWC), Prof Indra Ubah Sampah Jadi Energi
Details
Metroonlinenews.com, Jakarta – Konsep Zero Waste Campus tidak bisa lagi dijalankan dengan pendekatan linear. Menurut Profesor Doktor Ahmad Indra, pengelolaan sampah harus dipandang sebagai investasi dengan pertumbuhan eksponensial, bukan sekadar pengurangan limbah.
Hal itu disampaikan Profesor Indra ketika melaunching Relawan Aksi Zero Waste Campus (ZWC) di Kantin Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) di Depok, Jumat (13/12/2025).
Dikatakannya, jika bicara keberkahan maka pertumbuhannya bukan linear, tapi eksponensial. Dari 100 bisa jadi 200, lalu 400, bahkan 1.000. dan Itu yang harus diterapkan dalam sistem pengelolaan sampah.
Profesor Indra juga menilai praktik pemilahan sampah yang terlalu rumit justru sering gagal di lapangan karena menambah biaya dan beban masyarakat. Padahal, fakta di lapangan menunjukkan sampah yang sudah dipilah kerap tercampur kembali saat proses pengangkutan, pendekatan zero waste inipun dikembangkan berbasis pengolahan sampah tercampur yang sudah tidak memiliki nilai ekonomi. Sampah tersebut langsung dimasukkan ke dalam wadah khusus tanpa proses pilah ulang, lalu diproses menjadi media energi. integrasi zero waste dengan urban farming termasuk pemanfaatan kotoran ternak sebagai lapisan awal pengolahan sampah organik, sangat cocok sebagai pendekatan relevan yang diterapkan di kawasan perkotaan dengan keterbatasan lahan. Urban farming itu bukan soal punya tanah luas, tapi bagaimana lahan terbatas bisa dimaksimalkan. Bahkan di kota, konsep ini sangat mungkin diterapkan.
Profesor Indra menyebut kedepannya pengelolaan zero waste perlu didukung sistem digital berbasis transparansi dan kepercayaan. Sekaligus di dorong penggunaan teknologi seperti blockchain agar seluruh proses dapat dipantau secara akuntabel.
Turut menambahkan, Ketua Panitia ZWC Slamet mengatakan terkait alur transformasi sampah organik menjadi nilai tambah, yaitu dari sampah ke Media Tanam, Agrikultur, Limbah Biomassa dan Energi. Slamet juga berkomitmen untuk mengimplementasikan dan mengoptimalkan program ZWI di berbagai sektor strategis, menjadikan setiap lokasi sebagai “Titik Nol Sampah” yang menghasilkan pangan dan energi.
Sementara itu usai paparan, para peserta pun diajak melihat demo pengolahan JWC di Kampus FTUI Depok.