Ustaz Abdurrahman Sindir Gaya Hidup Ibu-ibu Socialita. Emang Ada yang Salah?

Details

Metroonlinenews.com, Jakarta  – Saat ini kita hidup dalam segala sesuatu yang hedonis atau mengukur kesuksesan dengan harta.

Gaya hidup ini ada pada ibu-ibu socialita yang sering update status baju barunya di medsos padahal belinya dengan kartu kredit.

“Mereka hidup dalam kepura-puraan. Demi gaya hidup ibu-ibu socialita ini gesek kartu kredit untuk belanja barang bermerek,” papar Ustaz  Abdurrahaman,Lc, MA, disambut tawa jamaah Majelis Ad Dzakir kampung Lio, Jakarta Timur, Rabu Malam, (23/3/2022)

Untuk ikuti gaya hidup hedonis, lanjut Ustaz, mereka rela makan dengan tempe dan ikan asin.

“Padahal pas makan dengan tempe, mereka gak mau update status. Ya, takut ketawan kebohongannya,” papar Ustaz.

Dia menjelaskan, hidup ini adalah soal pilihan. Memilih untuk hidup dengan kemuliaan harta di dunia dan memilih kemuliaan akhirat dengan amal saleh.

Lalu bagaimana pilihan seorang muslim? Menukil pendapat Imam Nawawi Al Bantani dalam karyanya berjudul “Nashaihul Ibad” di dalam kitab itu sebutkan bahwa Kemuliaan Dunia dapat diraih dengan harta dan kemuliaan akhirat dapat diraih dengan amal saleh.

Ustaz melanjutkan, harta itu tetap harus dikejar untuk digunakan sebaik-baiknya di jalan Allah.

Mengutip pendapat Imam Ali R.A, Ustaz Abdurrahman mengatakan, kalau Kita punya harta, maka Kita akan sibuk siang malam untuk menjaga harta. Tapi kalau kita punya ilmu maka ilmu yang akan menjaga Kita.

Nabi Muhammad juga bersabda: Siapa yang ingin dunia maka harus pakai ilmu. Siapa yang menginginkan akhirat maka harus pakai ilmu. Maka bagi yang menginginkan keduanya, dia harus memakai Ilmu.

Ustaz menambahkan, soal gaya hidup ibu-ibu Socialita ini juga sudah disinggung dalam al Quran di SuratAl Hadid ayat 20.

“Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sendagurauan, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian (tanaman) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu.”

Pada akhir kajian, Ustaz mengatakan bahwa agar ketika Kita berdoa, mintalah ilmu yang bermanfaat dan rezeki atau harta yang berkah.

“Kuncinya, iman kita kepada Allah harus selalu ditingkatkan, ilmu yang bermanfaat harus kita tambah dan amal saleh yang ikhlas, dan tidak riya harus kita lakukan. Karena sekecil apapun amal saleh itulah yang akan menyelamatkan kita di akhirat,” pungkasnya.