Ruslan Buton Dikriminalisasi? Ini Penjelasan Mabes Polri

Details

Metroonlinenews.com, Jakarta – Ruslan Buton pada Kamis, 28 Mei 2020 ditangkap Tim Gabungan dari Bareskrim Mabes Polri dan Polda Sulawesi Utara di kediamannya Sulawesi Utara. Ruslan Buton ditangkap setelah rekaman desakan agar Presiden Joko Widodo mundur beredar di media sosial.

Kuasa Hukum Ruslan Buton Tonin Tachta Singarimbun seperti dikutip Jawapos.com pada 1 Juni 2020 mengatakan, kliennya dikriminalisasi.

“Ini adalah kriminalisasi atau pembusukan kepada masyarakat terhadap isi rangkaian kalimat sastra Ruslan,” kata Tonin Tachta.

Kabag Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan Tersangka Ruslan Buton mengakui suara rekaman yang beredar di media sosial adalah miliknya yang dibuat pada tanggal 18 Mei 2020.

Ruslan Buton dijerat dengan Pasal 14 ayat (1) dan (2) dan/atau Pasal 15 UU No 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana yang dilapis dengan Pasal 28 ayat (2) UU No 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman pidana 6 tahun dan/atau Pasal 207 KUHP. Dapat dipidana dengan ancaman penjara 2 tahun,” kata Ahmad Ramadhan. (Red).

Ruslan Buton Dikriminalisasi? Ini Penjelasan Mabes Polri

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.