Penjualan Ribuan Buku Pelajaran Curian Mencapai 850 Juta

Details

Metroonlinenews.com, Indramayu – Ribuan buku pelajaran dari sebanyak 37 Sekolah Dasar bahkan ada diantaranya dari tempat kejadian perkara SMP dan SMA di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, ternyata oleh pelaku pencurian dijual kepada seorang penadah dengan jumlah keseluruhan tonase mencapai 12 ton dan harga perkilogramnya Rp 2.500 rupiah dan oleh penadah pertama itu dijual lagi kepada penadah kedua dengan harga Rp 4.500 rupiah perkilogram.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Indramayu, AKBP Dr. M. Fahri Siregar kepada awak media dalam konferensi pers, di Loby Mapolres Indramayu, Jawa Barat, Selasa (10/1/2023) siang. Ketika Satuan Reserse Kriminal Polres Indramayu Jajaran Polda Jabar berhasil mengungkap kasus perkara pencurian dengan pemberatan di 37 Sekolah Dasar.
Kapolres menjelaskan, Satuan Reserse Kriminal Polres Indramayu berhasil mengungkap kasus perkara pencurian dengan pemberatan buku-buku sekolah di 37 Tempat Kejadian Perkara di wilayah Kabupaten Indramayu dengan 3 tersangka, diantaranya CR alias Kaji alias Siman (49 Tahun), AS (37 Tahun) dan WR alias Roi (25 Tahun).

“Pada aksi pencurian Ribuan buku pelajaran ini CR alias Kaji alias Siman selaku eksekutor, sedangkan AS dan WR alias Roi berperan sebagai penadah,” ujarnya.

Pelaku saat melancarkan aksinya dengan cara masuk kedalam gedung perpustakaan sekolah seorang diri dengan cara merusak kunci gembok pintu serta mencongkel jendela dengan menggunakan kunci roda yang terlebih dahulu disiapkan. Kemudian setelah berhasil mengambil buku-buku, pelaku membawanya dengan menggunakan kendaraan roda empat jenis Pick-Up yang didapat dari hasil sewa.

Kapolres AKBP Dr. M. Fahri Siregar didampingi Wakapolres Indramayu, Kompol Arman Sahti, Kasat Reskrim Polres Indramayu, AKP Fitran Romajimah dan Kasi Humas Polres Indramayu, AKP Didi Wahyudi, menyampaikan, setelah berhasil mengambil buku-buku sekolah tersebut kemudian pelaku CR alias Kaji alias Siman menjualnya kepada AS dengan harga perkilogram sebesar Rp. 2.500,-

Kemudian AS menjual kembali buku-buku tersebut kepada WR alias Roi dengan harga perkilogram sebesar Rp. 4.500,-

Selain mengambil buku pelajaran sekolah pelaku juga berhasil mengambil 22 unit HP tablet yang terdapat di dalam gedung sekolah, 17 unit HP dijual kepada AS dengan total harga Rp. 1.500.000,-, lalu 17 unit HP oleh AS dijual kepada WR dengan harga total harga Rp. 1.500.000,- .

Dari hasil kejahatan mencuri ribuan buku pelajaran itu pelaku CR berhasil menjualnya dengan jumlah berat lebih dari 12 ton.

Akibat perbuatan yang dilakukan oleh pelaku, total jumlah kerugian yang diderita oleh sekolah-sekolah yang menjadi korban di wilayah Kabupaten Indramayu mencapai Rp. 846.692.000,-

“Pelaku melancarkan aksinya sejak bulan Oktober 2022 lalu sampai dengan Bulan Januari 2023,” ucap AKBP Dr. M. Fahri Siregar.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan petugas di Polres Indramayu yaitu 1 unit kendaraan roda empat Mitsubishi Pick-Up Nopol : E-8068-KK. 1 unit kendaraan roda empat Dihatsu Granmax Pick-Up Nopol : E-8548- KR, 1 buah kunci roda, 1 buah Flasdish berisi rekaman CCTV, 4 karung buku pelajaran sekolah, 13 unit Handphone tablet merk Zyrex ZT 216, serta 9 unit Handphone berbagai merk.

“Pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHP, ancaman penjara paling lama 7 tahun, sedangkan pelaku penadah dijerat dengan pasal 480 KUHP dan pasal 481 KUHP, ancaman penjara paling lama 4 tahun sampai dengan 7 tahun,” ujar Kapolres Indramayu. (Tim)