Pasien Sakit Khawatir Virus Corona Periksa, Tapi Puskesmas Gantar Malah Tutup

Details

Puskesmas Kecamatan Gantar tutup, Rabu (26/3/2020).

Metroonlinenews.com, Indramayu – Tutupnya Puskesmas di Kecamatan Gantar kembali dikeluhkan warga Kecamatan Gantar. Mereka yang akan berobat setelah sampai Puskesmas mendapati Puskesmas dalam keadaan tutup, Rabu (25/3/2020) pukul 12.24 WIB.

Salah seorang warga, NH (27) warga Desa  Baleraja Kecamatan Gantar menuturkan, awalnya dirinya hendak memeriksakan kesehatannya ke Puskesmas Haurgeulis karena didapati tanda- tanda gejala seperti gejala virus corona seperti badan panas dan flu disertai batuk. Sampai di Puskesmas Haurgeulis, petugas Puskesmas menyarankan NH untuk memeriksakan diri ke Puskesmas Gantar karena tempat tinggal NH masuk wilayah Kecamatan Gantar.

NH pun berangkat lagi sambil menahan rasa sakit diantar salah seorang kerabatnya menggunakan sepeda motor menuju Puskesmas Gantar. Namun begitu sampai Puskesmas Gantar didapati Puskesmas dalam keadaan tertutup bahkan pintu gerbang pun terkunci.

Puskesmas Kecamatan Gantar tutup, pagar terkunci, Rabu (26/3/2020) pukul 12.24 WIB.

“Akhirnya saya kembali lagi ke Puskesmas Haurgeulis,” ungkap NH dengan nada kecewa.

Pihak Puskesmas Haurgeulis akhirnya mau melakukan penanganan terhadap pasien NH. Setelah mendapatkan pemeriksaan awal, NH diberikan obat dan pulang.

Kemudian atas inisiatifnya sendiri, pasien NH langsung melakukan cek laboratorium di salah satu Klinik di Haurgeulis karena pelayan laboratorium di Puskesmas Haurgeulis hanya bisa dilakukan pada saat jam kerja saja. Hasil laboratorium NH ditemukan gejala tifus.

Kepala Puskesmas Gantar dr. Yade Taba saat dikonfirmasi melalui pesang WhatsAppnya membenarkan kalau Puskesmas Gantar pada hari itu tutup.

“Puskesmas Gantar hanya rawat jalan, yang ada UGDnya ya Puskesmas Haurgeulis. Yang 24 jam buka walau libur Puskesmas Haurgeulis,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu dr. Deden Bonny Koswara menjelaskan bahwa tutupnya Puskesmas Kecamatan Gantar karena tidak semua Puskesmas di wilayah Indramayu buka 24 jam. Pihaknya mengaku sedang menyususn kebijakan terkait piket jaga 24 jam di tiap Puskesmas di Indramayu.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanannya, kami sedang menyusun kebijakan terkait piket jaga 24 jam untk COVID 19 dengan tetap memperhatikan keamanan bagi semuanya baik pasien maupun petugas,” kata Deden melalui WhatsAppnya.

Menurut Deden, keterbatasan perlengkapan seperti ketersediaan APD (Alat Pelindung Diri) bagi tenaga kesehatan juga menjadi penyebab tidak siapnya tenaga kesehatan melayani pasien terduga virus corona sehingga tidak semua Puskesmas buka 24 jam. (Gunawan).

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.